Monday, February 14, 2011

Mesir dalam al-Quran dan Hadis


Allah SWT telah memuliakan Mesir dan menyebutkannya dalam Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya, kerana kemuliaan posisi dan eksistensinya hingga hari kiamat:

فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَى يُوسُفَ آوَى إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ“Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman”. (Yusuf:99)

Dan Nabi Muhammad saw juga memuji penduduk Mesir dan memberikannya wasiat kebaikan, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Nabi saw:

إذا فتح الله عليكم مصر فاتخذوا منها جندًا كثيفًا، فذلك الجند خير أجناد الأرض” قال أبو بكر: لمَ يا رسول الله؟ قال: لأنهم وأزواجهم في رباط إلى يوم القيامة

“Jika Allah memberikan kemenangan atas negeri Mesir, maka jadikanlah warganya sebagai perajurit secara intensif, kerana mereka merupakan sebaik-baik perajurit yang ada di muka bumi ini. Abu Bakar berkata: kenapa demikian wahai Rasulullah? “Karena mereka dan pasangan mereka (isteri-isteri mereka) tetap berada dalam ribath (ikatan) hingga hari kiamat”.

sumber: http://www.al-ikhwan.net/mesir-dan-reformasi-yang-diidamkan-umat-4204/

1 comment:

Ashraf Andika said...

Septuagint priests, who "translated” the Aramaic text of the Old Testament to Greek replaced the word “Msrim”, which appears in the original text, with “Aegypto”, thus creating the illusion that the events surrounding the Israelites had taken place in the Nile country.

And the later generations of the world have all fallen victims to this delusion, including the Muslims, who happen to think that the word “Msr” is the Semitic name for Egypt, when every evidence suggests that the Arabic name for that land is “Qibt”, while the Egyptians themselves called their land "Keme - Kheme - Kemet".

The term “msr” مصر appears in the Quran as the common name for a central town, or trade station (destination), more precisely a walled citadel with several gates that stood on the trade route.